Thursday, May 6, 2021
Home Inspirasi Tradisi Bersedih

Tradisi Bersedih

Puisi : Laily Ibrahimma

Asyura adalah lambaian duka Nabi yang membumi
Dzul janah saja marah dan amat berduka
Apalagi kita kaum Sang Baginda khatamul Anbiya

Bukan tentang siapa sayidina Husain dan siapa Yazid
Karbala menandakan benar dan tidak benar
Sebab baik dan buruk selalu berjalan beriringin

Yang terpenting adalah refleksi diri
Bagaimana kita berreaksi
Hatimu kau tuntun diposisi membela
Ataukah mendzalimi

Duhai kau yang mengharap syafa’at
Duhai kau yang berkata “ku cinta Nabi”
Duhai kau yang berkata “ku beriman pada Nabi”
Mari, jadikan Asyura tradisi bersedih
Ada akar yg harus kita tumbuh suburkan
Ialah
Akar mahabbah kita terhadap baginda Nabi

10 Muharrom 1442

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang menerangkan bahwa,...

Fun Brewing Collaboration di Malam Ta’dzim Nuzulul Qur’an

Sejumlah Barista (Peracik Kopi) dari beberapa kedai kopi yang tergabung dalam wadah Seduh`Lur Cirebon Timur, mengadakan Fun Brewing pada Acara Malam Ta’dzim peringatan Nuzulul Quran di Pesantren...

Hataman Tadarus Al-Qur’an dan Tradisi Berbagi di Bulan Ramadan

Malam ini (Minggu, 25/04/2021), sejumlah dewan guru, alumni dan santri, turut senantiasa menghadiri hataman tadarrus Al-Quran kedua di Langgar PATWA. Tampak khidmat pada saat...

Ini Jadwal Pemakaman Almarhumah Nyai Hj Umi Salamah

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada Kulon. Sesepuh PATWA Nyai Hj Umi Salamah pada hari jum’at (2/3/21),...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN