Monday, September 20, 2021
Home Inspirasi Tradisi Bersedih

Tradisi Bersedih

Puisi : Laily Ibrahimma

Asyura adalah lambaian duka Nabi yang membumi
Dzul janah saja marah dan amat berduka
Apalagi kita kaum Sang Baginda khatamul Anbiya

Bukan tentang siapa sayidina Husain dan siapa Yazid
Karbala menandakan benar dan tidak benar
Sebab baik dan buruk selalu berjalan beriringin

Yang terpenting adalah refleksi diri
Bagaimana kita berreaksi
Hatimu kau tuntun diposisi membela
Ataukah mendzalimi

Duhai kau yang mengharap syafa’at
Duhai kau yang berkata “ku cinta Nabi”
Duhai kau yang berkata “ku beriman pada Nabi”
Mari, jadikan Asyura tradisi bersedih
Ada akar yg harus kita tumbuh suburkan
Ialah
Akar mahabbah kita terhadap baginda Nabi

10 Muharrom 1442

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ketakdziman Kang Muslih kepada Gurunya

Dalam keadaan sakit dan tempuh perjalanan jarak jauh, tak menyurutkan semangat Kang Muslih untuk mendapatkan barokah dari gurunya.   KH Moh Muslih mondok di Pesantren Lirboyo...

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kang Muslih Wafat

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari keluarga, dewan guru, santri dan alumni pesantren PATWA. Sesepuh pesantren PATWA KH Moh Muslikh berpulang ke...

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN