Friday, May 14, 2021
Home Berita PATWA Ramaikan Bulan Ramadan dengan Tadarus Qur'an hingga Ngaji Pasaran

PATWA Ramaikan Bulan Ramadan dengan Tadarus Qur’an hingga Ngaji Pasaran

Aksi menyemarakkan bulan suci ramadan menggema di banyak daerah.

Banyak kaum muslim, baik secara individu maupun kelompok mengisi bulan penuh berkah ini dengan amal ibadah. Mereka menggelar berbagai agenda demi mendapat pahala berlipat ganda.

Hal itu juga yang dilakukan Yayasan Pesantren Attarbiyyatul Wathoniyah (PATWA), yang terletak di desa Mertapadakulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Pengurus Pondok PATWA, Ust Ahmad Syatori menyampaikan, ramadan tahun ini PATWA kembali menggelar berbagai kegiatan untuk mendapatkan ridho Allah dan berkahnya bulan suci ramadan.

Pihaknya menggelar sholat tarowih berjamaah dan Tadarrus Alqur’an di Langgar Musholla PATWA.

 

Suasana Kegiatan Khataman di Pondok Pesantren PATWA, yang dipimpin oleh KH. A’shomuddin.

Untuk memantau kondisi yang disebabkan pandemi virus corona, katanya, kegiatan tarowih di PATWA awalnya hanya berjalan selama tiga sampai empat hari dan diikuti oleh beberapa santri dan warga sekitar pondok, yang jumlahnya tidak lebih dari 30-an orang.

Kemudian, Tarowih dilaksanakan kembali memasuki hari ke-21 sampai ke-30 ramadan.

“Sholat tarowih dilanjutkan kembali karena kondisi Cirebon masih zona hijau”, ujarnya.

Sementara itu, tadarus Al-Qur’an yang diikuti sejumlah dewan guru berjalan lancar dan khidmat. Meski, tidak seperti biasanya, tadarus kali ini hanya berlangsung sampai empat kali khataman.

“Karena situasi dan kondisi pandemi, khataman tadarus Qur’an tahun ini hanya sampai empat kali. Padahal tahun-tahun sebelumnya khataman sampai enam kali”, ungkapnya.

Kegiatan ibadah tersebut mematuhi himbauan protokol dari pemerintah, seperti melakukan sosial distancing dengan menjaga jarak shof.

Tidak hanya melaksanakan sholat tarowih dan tadarrus Al-qur’an, yayasan PATWA juga menggelar Pengajian Pasaran dan Bahtsul Masa’il.

Sejumlah kitab dikaji oleh para kiai dan ustadz yang diikuti sejumlah santri dan santriwati. Diantaranya, Kitab ‘Uqudul Lujain, Nashoikhul ‘Ibad dan Lubabul Hadits.

Kegiatan juga disaksikan langsung secara online melaui akun facebook Yayasan PATWA.

Salah satu peserta ngaji pasaran, Abdul Ghoni merasa senang, meskipun dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19, namun dirinya masih bisa mengikuti agenda ngaji pasaran dan bahtsul masa’il sampai malam terakhir acara.

“Selama saya ikut ngaji pasaran malam dengan kitab uqudullujain, saya cukup mengetahui hal-hal terkait hak dan kewajiban suami-isteri sebagai bekal nanti ketika hendak berkeluarga”, ungkapnya.

“Disamping itu, pada pertengahan dan akhir bulan juga diadakan ijazahan hizib khofi dan nasor dari guru ngaji”, lanjutnya.

“Untuk mengikuti bahtsul masail, saya hanya masih bisa menyimak dan mencatat hasil dari musyawarah tersebut” pungkasnya.

Sementara itu, Ust Aris Achmad Syatori mengungkapkan bahwa, lembaga Yayayasan PATWA berkomitmen mendidik masyarakat, baik penduduk sekitar maupun luar daerah. Hal itu sebagaimana makna PATWA sendiri yang didirikan oleh Almaghfurllah Syaikh KH Ahmad Ahmad Syatori.

“PATWA jika diartikan yaitu pendidikan untuk penduduk sendiri”, katanya.

Dijelaskan, KH Ahmad Syatori mendirikan lembaga pendidikan islam yang kini bernama PATWA pada mulanya hanya untuk warga sekitar. Hal itu tak lain agar para warga setempat memiliki pengetahuan kegamaan yang baik dan berakhlakul karimah.

Pendirian lembaga pendidikan itu sendiri, atas dasar mandat langsung dari para gurunya di Buntet Pesantren Cirebon, seperti Almaghfurllah Syaikh KH Abbas Abdul Jamil, KH Anas Abdul Jamil dan KH Akyas Abdul Jamil selaku mertua beliau.

“KH Ahmad Syatori yang notabenenya putera keraton Kanoman Cirebon rela berhijrah ke sebuah desa yang masih sepi dan pedalama nuntuk melakukan syiar islam, sesuai permintaan guru-guru beliah dari Buntet Pesantren”, ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, lanjutnya, atas persetujuan para guru-gurunya itu PATWA kini menerima banyak santri dari luar daerah.

Kang Aris sapaan akrabnya menyebut, yayasan PATWA kini memiliki sejumlah lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Mulai dari Madrasah Diniyah (MD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

(Abdul Mu’izz)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Oleh: Abdul Ghoni Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang...

Fun Brewing Collaboration di Malam Ta’dzim Nuzulul Qur’an

Sejumlah Barista (Peracik Kopi) dari beberapa kedai kopi yang tergabung dalam wadah Seduh`Lur Cirebon Timur, mengadakan Fun Brewing pada Acara Malam Ta’dzim peringatan Nuzulul Quran di Pesantren...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN