Wednesday, August 4, 2021
Home Uncategorized Sambut HUT RI, Ketua Yayasan PATWA Ajak Teladani Perjuangan Mbah Hasyim

Sambut HUT RI, Ketua Yayasan PATWA Ajak Teladani Perjuangan Mbah Hasyim

Suasana khidmat mewarnai halaman Yayasan Pondok Pesantren Attarbiyyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Minggu malam (16/8/20), dimana ratusan santri berkumpul dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke-75.

Dikarenakan situasi dan kondisi masih dalam pandemi Covid-19, para Santri PATWA menyambutnya dengan menggelar acara secara sederhana. Hanya mengadakan marhabanan dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia diiringi penampilan Drumband dan Hadroh santri PATWA.

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan PATWA Mertapada, KH AM Aying Zamharir M.Si . Dalam sambutanya, beliau berpesan kepada para santri PATWA untuk meniru semangat tokoh agama dan bangsa Indonesia, Alm Almaghfurlah Hadratussyekh KH Hayim Asy’ari.

“Semangat perjuangan Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU), Mbah Hasyim, harus kita teladani”, ujarnya.

Sosok KH Hasyim Asy’ari pun dijelaskan oleh Kang Aying. Bahwa, Mbah Hasyim adalah salahsatu tokoh yang mampu menyatukan antara Nasionalisme dan Agama.

Bahkan, lanjut beliau, Mbah Hasyim pernah berfatwa bahwa, “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”.

Karena itu, Kang Aying mengajak para santri PATWA untuk memaknai hari kermedakaan dengan menjaga nasionalisme dan nilai-nilai agama islam, sebagaimana yang telah diperjuangkan Mbah Hasyim dulu.

“Mari kita junjung negara kita ini sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ”, pesannya,

Suasana menyambut HUT RI ke-75 di Halaman Pondok PATWA, Minggu malam (16/8/20).
Suasana menyambut HUT RI ke-75 di Halaman Pondok PATWA, Minggu malam (16/8/20).

Kang Aying mengingatkan, tantangan santri dalam memaknai kemerdekaan sekarang ini jauh lebih besar dari sebelumnya. Sebab, kalau dulu para santri berjuang melawan penjajah kolonialisme, tetapi sekarang berjuang melawan bangsanya sendiri.

“Kemerdekaan kita sekarang ini tantangan sesungguhnya lebih besar, karena kebangsaan dan nasionalisme kita ini tengah digrogoti oleh bangsa yang KTP-nya asli warga Indonesia. Mereka sebenarnya tidak menyukai negara kita”, ungkapnya.

Untuk meneladaninya, Kang Aying mencontohkan bahwa, para santri harus menunjukkan kualitas kemanusiaan. Para santri, lanjutnya, harus membangun harmonisasi antarsesama.

“Santri PATWA harus membantu kekurangan orang lain. Jangan sampai malah membuat gelisah terhadap orang lain”, ungkapnya.

“Mari kita junjung bangsa kita ini sebagai bangsa yang baik, bangsa menyejukkan semua orang”, imbuhnya.

(Abdul Mu’izz)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kang Muslih Wafat

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari keluarga, dewan guru, santri dan alumni pesantren PATWA. Sesepuh pesantren PATWA KH Moh Muslikh berpulang ke...

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Oleh: Abdul Ghoni Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN