Saturday, December 4, 2021
Home Inspirasi Qitmir Mendoakan Orang Meninggal

Qitmir Mendoakan Orang Meninggal

Suatu ketika ada sebuah pengajian di Desa pirdos yang dipimpin oleh ust. Uwais Qorni, sosok ustad yang sangat alim. Di dalamnya sang ustadz menjelaskan mengenai maksiat-maksiat anggota tubuh, diantaranya ialah maksiat hati salah satunya ialah hasud. Ustadz : ya ahlal qoryah pirdosss, ketahuilah bahwasanya orang yang menginginkan orang lain mendapatkan musibah merupakan salah satu maksiat hati. Dan hal itu akan merusak dirinya sendiri ngertoss botennn Salah satu jamaah pengajian mengacungkan tangannya, lalu ia izin bertanya Hamron : punten ya ustad, jika kita mendoakan orang meninggal itu hukumnya bagaimnana pa ustadz? Seluruh jamaah tercengaang mendengarkan pertanyaan si hamron itu..dengan mennatap tajam dan menggelengkan kepala. Tetapi ustad tersenyum senyum dan menjawab pertanyaan yang antusias tersebut Ustadz : Pertanyaan yang sangat bagus wahai pemuda, orang yang menginginkan orang lain meninggal itu hukumnya sama dengan hukumnya hasud akan tetapi ….(belum selesai menerangkan) Lalu ditengah-tengah penjelasan sang ustad tentang pernyataan dari si hamron, lalu datanglah jamaah yang kesiangan…lalu duduk dan mendengarkan ceramah sang ustad dengan penuh seksama Ustadz : Hukum seseorang yang mendoakan orang meninggal ialah sangat sekali dianjurkan..sebab hal ini dapat memberikan ridho allah kepada orang tersebut sehingga ia akan diberi kasih sayang Allah lalu dimasukkan lah ke surga orang tersebut ngertos boten…? Jamaah : paham paham Dengan berjalannya waktu, pengajian tersebut diselesaikan dengann pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh ust. Uwais qorni lalu jamaah pun pulang dengan membawa masing masing pemahaman hasil dari pengajiann tadi. Suatu ketika ada seorang santri yang sedang pulang dari pesantren ikut berjamaah di musholla almaqdis tepatnya pada waktu sholat dzuhur. Disampingnya terdapat seseorang (Qitmir) yang sedang berdoa dengan husyu’ nya, sehingga ucapan-ucapan doanya terdengar oleh si santri yang bernama Royyan. Si royyan mendengarkan ucapan doa doa orang tersebut (Qitmir). Dengan penuh dengan keseriusan. Qitmir (dengan husyu berdoa) : ya Allah matikanlah bunuhlah…meninggalkanlah kedua orang tua saya,sehingga engkau memberikan ridho terhadap kedua orang tuaku..sebab berkat ridhomu kedua orang tuaku kelak akan masuk surga … Aaamiin Setelah itu si Qitmir keluar dari musholla dengan wajah bangga karena telah mengamalkan ilmu yang ia dapatkan untuk orang tuanya. Dibelakangnya disusul oleh royyan seorang santri sambil tersenyum senyum. Ketika suasana sepi dari jamaah mauoun orang ditengah-tengah jalan seorang santri tersebut memanggil si hamron.. Royyan : mass mass Qitmir membalikkan kepalanya Qitmir : iyya ada apa mass Royyan : punten mass, tadi kan saya ga sengaja mendengar ucapan doa doa panjenengan lalu saya tertarik untuk mendengarkan sampai selesai doa doa yang diucapkan panjenengan Qitmir : ohh..iyya mass gakk papa mungkin saking husyunya saya berdoa untuk kedua orang tua saya. Ngomong ngomong ada keperluan apa lagi ya mass Royyan : sabenernya sih ga ada keperluan apa apa sih cuma pengen nanya mengapa panjenenngan mendoakan kedua orang tua panjenengan supaya meninggal? Tapi pas terakhir doa panjenengan meminta agar kedua orang tua jenengan itu masuk surga.. jadi aku bingung Qitmir : loh napa bingung mass, mendoakan orang meninggalkan sangat dianjurkan sampe wajib hukumnya pernyataan tersebut saya daoet daei oengajian ust uwais qorni beliau orang yang sangat alimm mana mungkin beliau salah Royyan (tersenyum-senyum): mass punten saya juga salah satu murid beliau waktu beliau masih mengajar di madrasah. Qitmir : tuhh sampean apa lagi udaj jadi murid beliu pasti samoean lebih paham mengenai perihal tersebut Royyan : nggih mas nggih, jadi gini loh mass..mungkin mass kurang memahami mengenai maksud dari ust. Uwais qorni Qitmir : kurang memahamai bagaimana toh..waktu itu semua jamaah paham semua ko Royyan : punten ya mass, mungkin saya boleh bertanya lagi, apakah panjenengan mengikuti pengajian dari awal? Qitmir (sambil cengar cengir) : hehe oh iyya mass waktu itu saya terlambat soalnya sebelum itu saya mbantuin orang tua. Royyan : sampean gak malu toh berangkat terlambat Qitmir : lah..buat apa malu mass, toh itukan hal yang baik dan keterlambatan saya disebabkan krena berbakti kepada orang tua ko Royyan : subhanallah…sungguh mulianya panjenengan, semoga panjenengan selalu dalam keridhoan Allah Qitmir : aamiin Royyan : punten mas mengenai perihal doa tadi, saya ingin berbagai pengetahuan kepada mass..mungkin mass salah tangkap maksud dari ust uwais qorni, dari latar belakangnya mass adalah orang yang terlambat jadi kemungkinan pa njengan tidak tahu pembahasan sebelumnya. Qitmirr : ohh iyya iyya mas, waktu itu saya juga tidak bertanya lagi pada jamaah lain mengenai apa apa saja yang disampaikan oleh ust. Uwais qorni. Emang doa saya tadi salah mass? Royyan (tersenyum) : kalo dibilang salah ya salah diomong benner ya benner mass. Qitmir : lah ko jadi malah membingungkan mas Royyan (tertawa kecil): hehe… maap mass maap..maksudnya gini loh mas salahnya ialah panjenengan mendoakan kedua orangtua oabjenengan agar meninggal, ini kan salah satu kehasudan…kirain panjenegan lagi banyak masalah dengan orang tua. Akan tetapi pass denger doa berikutnya benner, bennernya panjengenan memohon agar kedua orang tua jenengan diridhoi Allah sehingga keduanya masuk surga. Qitmirr : kesimpulannya gimana mas? Royyan : kesimpulannya, maksud dari ust. Uwais mungkin mendoakan orang yang sudah meninggal itu hukumnya sangat dianjurkan, sebab dapat menjadilan orang yang telah meninggal tersebut di dalam kuburnya mendapat ridho Allah sehingga tidak ada siksa kubur jika orang tersebut sedang di siksa..dan kelak jika yang meninggal orang tuanya, lalu anaknya selalu berdoa sebut saja anak aholeh maka orang tua tersevut akan diberi nikmat surga kelak di akhirat sebab hal ini merupakan amal jariyyah…orang tua yang telah meninggal. Gitu maasss Qitmir (tersenyum malu sambil menahan rasa hawatir) : wadduuuuh ya Allah..terus gimana mass, berarti saya termasuk anak durhaka dong Royyan : hehe….kalemm atuh tidak apa apa ko mass. Allah lebih mengetahui apa maksud hambanya, yang dihawatirkan mass menyampaikan hal itu kepada orang banyak. Dan takutnya malah membunuh..biar cepet cepet meninggal kan repot Qitmirr : iyya mas yaa, terima kasih banyak mass atas pencerahanyya hehe..ngomong ngomong sampean namanya siapa ya, saya qitmirr maaas salam kenal yoo Royyan : saya royyan mass, sama sama..mungkin kalo sekarang panjenengan senggang, gimana kalo kita bareng bareng silarurahmi ke ust. Uwais sekaligus menanyakan perihal tadi agar kita lebih mantepp mengenai perihal-perihal tersebut. Qitmir : siap mass siappp, saya kebetulan lagi ga ada kegiatan apa-apa, biasanya sih kalo habis dzuhur mbantuin orang tua tapi..hari ini katanya orang tua ada keperluan pribadi katanya… Selesai…. Keduanya menuju ke tempat ust. Uwais qorni guna betsilaturami sekaligus memantapkan pemahaman mengenai perihal mendoakan orang meninggal.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ketua Yayasan Ajak Warga Bantu Pengecoran Langgar PATWA

Renovasi Langgar atau Musholla Pesantren Attarbiyyatul Wathoniyah (PATWA) telah berlangsung sejak Ahad, 7 November 2021 kemarin. Pembangunan ini tak lepas dari pelibatan para santri, alumni...

Percepat Renovasi, Santri dan Alumni Giat Ikuti Progres Pembangunan Tajug PATWA

Dari hasil pantauan di lapangan, terhitung dari tanggal 7 November 2021 hari pertama renovasi tajug PATWA, Minggu (07/11/21). Setiap harinya puluhan santri dan alumni...

Kang Jazlie, Alumni PATWA Jadi Ketua Lakpesdam PCINU Sudan

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan Badan Otonom PCI Muslimat NU Sudan Masa Khidmat 2021-2022 dilantik pada Ahad (14/11/2021) kemarin, bertempat di...

Meneladani Kang Muslih yang Rajin Bersedekah

Ratusan santri, dewan guru dan alumni Pesantren Attarbiyyatul Wathoniyah (PATWA), Rabu sore (10/11/2021) tampak menghadiri peringatan tahlil dan doa untuk 100 hari wafatnya Sesepuh...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN