Friday, May 14, 2021
Home Inspirasi Cerpen Nuzhatul Majalis: Kisah Empat Dirham Menuju Kemerdekaan

Nuzhatul Majalis: Kisah Empat Dirham Menuju Kemerdekaan

Oleh: Ust. Musta’in MH.

Suatu Ketika, syekh Mansur bin Ammar sedang mengisi pengajian yang dihadiri banyak orang. Di tengah penyampaian beliau, tiba-tiba salah seorang maju dan meminta uang 4 (Empat) dirham. Seketika itu syekh berkata:

“Barangsiapa yang memberinya, maka akan saya doakan empat permintaan.”

Di luar dugaan, yang menghapiri dan memberi orang tersebut adalah seorang budak milik tuan dari golongan Yahudi. (Hening)

Ia mendekat dan memberikan empat dirham, kemudian meminta kepada syekh untuk medoakan: “Saya seorang budak, berdoalah untukkku agar aku merdeka. Saya orang fakir, doakan aku menjadi kaya. Saya orang yang berdosa, doakan aku agar mendapat ampunan Allah, dan doakan tuanku agar memeluk Islam.”

Sesampainya di rumah tuan, ia ditegur karena pulang terlambat. Sebagai alasan, sebuah kesempatan baginya untuk menceritakan tentang kedatangannya ke majelis dan bersedekah empat dirham yang dijanjikan untuk didoakan empat permohonan. Namun disaat penjelasannya itu, tuannya malah tegas menimpali doa-doanya dengan memberikan semua yang diinginkan.

“Aku meminta kepada syekh untuk didoakan agar diriku merdeka.”
Tuannya menjawab, “Kamu merdeka, karena Allah”.
Dilanjutkannya bercerita, “aku faqir, doakan aku agar kaya”
Tuannya menjawab, “Kamu, saya kasih uang empat ribu dirham”
Dengan penuh kepercayaan, seorang budak tersebut menceritakan dalam doanya, “semoga tuanku masuk Islam”
Tanpa pikir panjang, tuannya mengucapkan dua kalimat syahadat.
(Tenang). Dan terakhir ia bercerita tentang permohonannya untuk diampuni dosa dirinya dan tuannya. Namun yang terucap oleh tuannya, “Itu di luar kuasaku.”

Pada saat tidur, tuan dalam mimpinya mendengar suara yang datang kepadanya: “engkau telah berbuat apa yang kamu mampu, dan Aku akan berbuat apa yang Aku mampu. Aku mengampunimu, budakmu, syekh Mansur, dan orang-orang yang hadir dalam majelis.”

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Oleh: Abdul Ghoni Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang...

Fun Brewing Collaboration di Malam Ta’dzim Nuzulul Qur’an

Sejumlah Barista (Peracik Kopi) dari beberapa kedai kopi yang tergabung dalam wadah Seduh`Lur Cirebon Timur, mengadakan Fun Brewing pada Acara Malam Ta’dzim peringatan Nuzulul Quran di Pesantren...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN