Wednesday, August 4, 2021
Home Inspirasi Mukadimah Kitab Bidayatul Hidayah | Catatan Ngaji Diniyah PATWA

Mukadimah Kitab Bidayatul Hidayah | Catatan Ngaji Diniyah PATWA

Oleh : M Abdul Ghoni

Setelah mengkhatamkan Ngaji kitab Qurrotul ‘Uyun, agenda Madrasah Diniyah (MD) PATWA selanjutnya yaitu Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah. Pengajian ini dibuka pada Jumat (26/06/2020) malam, yang dibacakan dan diterangkan oleh Ust Agus Syukri Mubarok S.Pd.I.

Kang Agus Syukri memaparkan, kitab Bidayatul Hidayah ditulis oleh Imam Al-Ghozali. Kala itu, salah seorang guru kepercayaannya yang menjadi teladan dalam perjalanan hidupnya yakni Syaikh Al-Imam Az-Zahid, meminta Imam Ghozali untuk memberikan keterangan berisi petuah dan nasihat, serta uraian singkat seputar landasan akidah yang wajib diyakini oleh seorang mukallaf.

Permintaan dari gurunya itu dijawab oleh Imam Al-Ghozali. Dengan penuh tawaddu, beliau mengatakan, “Bicara tentang nasihat, pribadiku tidak pantas memberikannya”. Perkataan tersebut berdasar pada sabda Nabi SAW “Aku tinggalkan dua pemberi nasihat: yang berbicara dan diam”.

Imam Al-Ghozali menilai, dua pemberian nasihat itu cukup bagi siapa pun yang ingin mengambil nasihat. Beliau menafsirkan Sabda Nabi diatas bahwa, yang berbicara itu Alquran dan diam adalah kematian. Artinya, memahami makna yang terkandung dalam Alquran merupakan cara baginya dalam menasihati diri, dan melalui merenung beliau mengingat adanya kematian.

Namun, Imam Ghozali menganalogikan sebuah nasihat dengan zakat. Beliau mengatakan, barang siapa yang sudah mencapai nisab, maka ia wajib mengeluarkan zakat.

Sehingga, dari analogi tersebut Imam Ghozali mengarang kitab Bidayatul Hidayah, sebagai wujud melaksanakan petuah dari gurunya setelah mengambil nasihat darinya untuk dirinya sendiri.

Bersambung…

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kang Muslih Wafat

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari keluarga, dewan guru, santri dan alumni pesantren PATWA. Sesepuh pesantren PATWA KH Moh Muslikh berpulang ke...

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Oleh: Abdul Ghoni Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN