Monday, September 20, 2021
Home Inspirasi Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Kaidah Mencari Lailatul Qadar

Oleh: Abdul Ghoni

Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, menjadi sangat istimewa bagi mereka yang mendambakan malam Lailatul Qadar. Hal ini tentunya sudah banyak yang menerangkan bahwa, Lailatul Qodar itu akan turun pada malam ganjil di sepertiga bulan ramadhan.

Berbagai penjelasan tentang malam yang mulia ini, diantaranya tercatat dalam kitab Fathul Qarib, I’anatuth Thalibin, Hasyiyah Al Jamal, dan lain-lain. Dari ketiga kitab tersebut, Imam Syafi’i menerangkan bahwa, “Lailatul Qadar itu ada pada 10 akhir ramadhan, lebih-lebih pada malam ganjilnya, dan yang paling diharapkan adalah pada malam ke-21 atau ke-23 Ramadhan”.

Berkaitan dengan hal tersebut, penjelasan Imam Ghazali yang tercatat dalam kitab I’anatuth Thalibin  pada BAB Puasa, menerangkan tentang kaidah dalam menandai Lailatul Qadar, yaitu sebagai berikut:

1. Apabila awal romadhon itu jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke-29.
2. Apabila awalnya itu jatuh di hari Senin, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke-21
3. Apabila awalnya jatuh pada hari Selasa atau jumat, maka Lailatul Qadar akan turun pada malam ke-27.
4. Apabila awalnya jatuh di hari kamis, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke-25
5. Apabila Awalnya jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam ke -23.

Jika kita mengacu pada kaidah tersebut, masyarakat di Indonesia setidaknya mempunyai dua kesimpulan dalam menentukan Lailatul Qadar.
1. Bahwa Awal Ramadhan berdasarkan Lembaga Falakiyah PBNU ini, jatuh pada hari Selasa, 13 Mei 2021. Jadi, malam Lailatul Qadar ini diperkirakan jatuh pada malam ke-27.
2. Sedangkan dalam hitungan kalender Qomariah, 1 Ramadhan itu terhitung sejak Senin Malam, tanggal 12 Mei 2021. Maka, Lailatul Qadar diperkirakan ada pada malam ke-21.

Meski terdapat kaidah semacam itu, malam Lailatul Qadar ini cukup sulit ditentukan bahkan tak seorang pun yang dapat menentukan. Lailatul Qadar ini masih menjadi teka-teki, karena tak ada kepastian tentang kapan terjadinya malam yang mulia ini.

Hal ini tentu menyimpan hikmah, diantaranya agar semua orang tekun beribadah sepanjang bulan ramadhan tanpa terikat waktu yang telah dijelaskan.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ketakdziman Kang Muslih kepada Gurunya

Dalam keadaan sakit dan tempuh perjalanan jarak jauh, tak menyurutkan semangat Kang Muslih untuk mendapatkan barokah dari gurunya.   KH Moh Muslih mondok di Pesantren Lirboyo...

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kang Muslih Wafat

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari keluarga, dewan guru, santri dan alumni pesantren PATWA. Sesepuh pesantren PATWA KH Moh Muslikh berpulang ke...

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN