Monday, September 20, 2021
Home Berita Jelang Wafat, Pak Duloh Masih Pimpin Warga Marhabanan

Jelang Wafat, Pak Duloh Masih Pimpin Warga Marhabanan

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, kabar duka datang dari Yayasan Pesantren Attarbiiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada. Ust H Abdullah Toha wafat hari ini, Jumat 6 November 2020, pukul 05.45 WIB.

Pak Duloh, biasa disapa, adalah santri PATWA. Beliau juga guru di Madrasah Tsanawiyah Agama Islam (MTs AI) Mertapada, sebuah Lembaga Pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan PATWA.

Salah satu murid Pak Duloh, Lubis Lugianto mengisahkan, sebelum meninggal dunia Pak Duloh masih memimpin warga pada kegiatan rutin Marhabanan di Musholla Fatkhul Huda, Blok Maja 1, Desa Sidamulya, Astanajapura, Cirebon. Malam itu (5/11), acara Marhabanan digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H.

Menurutnya, Pak Duloh tampak mulai merasakan sakit ketika Mahallul Qiyyam. Para Jamaah yang lain masih berdiri, sementara Pak Duloh sempat duduk sejenak. Tak lama kemudian, Pak Duloh kembali berdiri bersama para jama’ah lain untuk menyelesaikan Mahallul Qiyyam.

Pak Duloh, kembali terlihat kesakitan pada akhir-akhir agenda Marhabanan. Beliau bahkan sampai berbaring diatas bantal yang disedikan jama’ah. Mungkin, saking sakit yang dirasakannya.

Lubis pun, sebagai murid sekaligus Ketua RT setempat, langsung mengambil Mobil Siaga Desa dan mengabarkan pihak keluarganya bahwa Pak Duloh tengah merasakan sakit dan harus dibawa Rumah Sakit. Setelah itu, Lubis dkk langsung membawanya ke Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

Tidak lama berada di Rumah Sakit UMC, melihat keadaan beliau tak kunjung membaik juga, Lubis dan keluarganya langsung memindahkannya ke Rumah Sakit Ciremai, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Namun, melihat keadaan Pak Duloh terlihat parah, pihak rumah sakit Ciremai menyarankan pihak keluarga untuk merujuknya ke rumah sakit Putra Bahagia, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Lubis dkk beserta keluarganya, pun langsung memindahkannya ke Rumah Sakit Putra Bahagia. Di tempat tersebut beliau didiagnosa penyakit Struk yang disebabkan penyakit Gula Darah yang dideritanya terus menaik.

Mengetahui itu, Pak Duloh diminta untuk dirawat di ruang Isolasi Struk. Namun sayangnya, ruangan Isolasi Struk di tempat tersebut telah dipenuhi passien yang lain. Sehingga, mau tidak mau, Pak Duloh harus dipindahkan ke Rumah Sakit yang lain.

Lubis dkk beserta keluarganya, pun langsung memindakhkan Pak Duloh Ke Rumah Sakit Pelabuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Di rumah sakit itu, akhirnya Pak Duloh mendapatkan ruang Isolasi Struk.

Di rumah sakit itu, Lubis dkk tidak diperkenankan masuk. Hanya pihak keluarga saja yang dibolehkan masuk. Lubis dkk akhirnya memilih pulang ke rumah dan mendoakan kesembuhannya dari kejauhan.

Lalu, pukul 05.42 WIB, Lubis mendapat kabar dari pihak keluarga Pak Duloh bahwa baru saja Pak Duloh wafat.

Mendengar kabar tersebut, sontak, Lubis turut merasakan sedih yang mendalam, dan langsung segara menuju rumah sakit untuk menemuinya. Sesampainya di lokasi, Jenazah Alm kemudian dibawa ke kediamannya, Blok BTN, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Ust Syamsuddin selaku Guru MTs AI Mertapada mengatakan, Pak Duloh merupakan sosok yang memiliki kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan itu ditunjukkan, salah satunya dengan keistiqomahan beliau dalam mendidik murid-muridnya.

Pak Isyam biasa disapa mencontohkan, Pak Duloh adalah salah satu guru yang istiqomah berangkat pagi, mendahului sebagian besar murid-muridnya. Pak Duloh juga yang memimpin doa pagi saat sebelum jam pelajaran dimulai.

“Dulu baca doa pagi sebelum masuk jam pelajaran dipimpin oleh salah saeorang siswanya. Namun, dalam berkembangnya waktu, melihat jumlah siswa MTs AI semakin banyak, Kang Burhan selaku Kepala Sekolah MTs AI meminta Pak Duloh yang mimpin do’anya,” katanya.

Pak Duloh adalah salah satu orang yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mengabdi di Pondok PATWA. Pada sekitar tahun 1984, beliau diminta oleh Kang Burhan untuk mengajar di Madrasah Diniyah (MD) PATWA. Tidak lama kemudian, beliau diminta mengajar di MTs AI Mertapada.

“Pak Duloh itu salah seorang yang mensyiarkan ilmu Gusti Allah lewat Pondok PATWA. Beliau sudah banyak mengeluarkan tenaga dan ilmunya u untuk PATWA dan masyarakat”, pungkasnya.


Pewarta : Abdul Ghoni
Penulis : Abdul Mu’izz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ketakdziman Kang Muslih kepada Gurunya

Dalam keadaan sakit dan tempuh perjalanan jarak jauh, tak menyurutkan semangat Kang Muslih untuk mendapatkan barokah dari gurunya.   KH Moh Muslih mondok di Pesantren Lirboyo...

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kang Muslih Wafat

اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Kabar duka datang dari keluarga, dewan guru, santri dan alumni pesantren PATWA. Sesepuh pesantren PATWA KH Moh Muslikh berpulang ke...

Khidmat Ikuti Acara di Penghujung Ramadhan 1442 H

Di malam ke-29 ramadan, halaman pondok Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, dipenuhi ratusan santri yang hendak mengikuti rangkaian acara. Doa Takhtimul Kutub ngaji pasaran,...

Bergiat di Sepertiga Ramadhan

Oleh: Abdul Ghoni Dapat kita hitung bersama, Sepertiga atau 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini merupakan pembagian dari tiga fase. Dijelaskan oleh Imam Al...

Recent Comments

Rohmah on ALAM BERNYANYI
Rohmah on ALAM BERNYANYI
Bang Syatori on MEMBUMIKAN TUHAN
Suheli on MEMBUMIKAN TUHAN